Ikuti Kami
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tembus Isolasi Geografis, Kami Bantu Salurkan Kurban Perdana Sepanjang Sejarah Desa Sangiang, Wera, Bima-NTB

Publicanews Mei 31, 2026 2 Min Read 54 Views
Share:

Publicanews.id,SANGIANG, NTB — Lembaga Filantropi Kami Bantu menetapkan Desa Sangiang, Kecamatan Wera, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) sebagai titik vital penyaluran hewan kurban pada momentum hari raya tahun ini.

Pemilihan desa ini mempertegas langkah taktis lembaga dalam memprioritaskan kawasan yang rentan terhadap marjinalisasi akses logistik.

Kehadiran program ini merupakan intervensi langsung untuk memastikan bahwa hak atas pemenuhan gizi dan perayaan kemanusiaan tidak hanya dimonopoli oleh kawasan perkotaan yang mudah diakses.

 

Direktur Utama Lembaga Filantropi Kami Bantu, Mega Oktaviany, menegaskan bahwa keputusan menyasar wilayah tersebut murni didorong oleh realitas objektif di lapangan.

Memilih Desa Sangiang bukanlah untuk mencari panggung atau alasan lain, melainkan merespons fakta keras bahwa desa ini terlampau jauh dan sangat sulit dijangkau dari pusat Kabupaten maupun Kota Bima. Filantropi sejati harus berani menembus titik tersulit dan mendobrak ketimpangan distribusi, bukan sekadar memilih rute operasional yang mencari aman.

 

Distribusi ke wilayah perbatasan menuntut manajemen lapangan yang sangat cermat dan terkalibrasi. Direktur Regional Timur Kami Bantu, Dr. Furkan Sangiang, menjelaskan bahwa pemetaan geososial di kawasan NTB memang memaksa lembaga untuk merancang pendekatan ekstra demi memastikan hewan kurban tiba secara paripurna.

Eksekusi penyaluran di ujung Bima ini menjadi bukti bahwa kendala jarak dan topografi bukan alasan untuk membiarkan sebuah masyarakat terputus dari rantai solidaritas, melainkan tantangan yang harus diselesaikan lewat eksekusi terukur.

Realitas minimnya sentuhan luar di wilayah tersebut dibenarkan langsung oleh masyarakat akar rumput. Ketua DKM Safinatunajah Desa Sangiang, Pak Feri, menyatakan bahwa baru pertama kali ada lembaga filantropi yang berhasil masuk dan menyalurkan kurban di desa mereka. Selama ini, hal tersebut sama sekali belum pernah terjadi.

Kehadiran program perintis ini memicu kebahagiaan mendalam serta apresiasi penuh dari warga yang langsung dibuktikan dengan tingginya partisipasi komunal, di mana seluruh elemen masyarakat, khususnya barisan pemuda desa, turun total bahu-membahu menyukseskan prosesi penyembelihan hingga distribusi kepada yang berhak.

Informasi Redaksi
JurnalisDanil
EditorAdmin
Terpopuler

Tidak ada data populer saat ini.